Pendidikan

Standart Akuntansi Keuangan

Table of Contents

Standart Akuntansi Keuangan

Standart Akuntansi Keuangan

Standar Akuntansi Keuangan merupakan pedoman yang harus diacu dalam penyusunan laporan keuangan untuk tujuan pelaporan. Standar akuntansi keuangan sebagai pedoman pokok penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah sangat penting agar laporan keuangan lebih berguna, dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan, serta tidak menyesatkan.

Standar akuntansi keuangan merupakan masalah penting dalam profesi dan semua pihak memiliki kepentingan terhadapnya. Oleh karena itu mekanisme penyusunan standar akuntansi keuangan harus diatur sedemiklan rupa sehingga dapat memberikan kepuasan kepada semua pihak yang berkepentingan dalam laporan keuangan. Sebagai akibat dari perkembangan teknologi yang cepat dan pertumbuhan ekonomi ang pesat diabad ini, telah timbul berbagai bidang spesialisasi dalam akuntansi. Salah satu bidang spesialisasi akuntansi tersebut adalah akuntansi keuangan. Menurut Kieso dan Waygandt akuntansi keuangan adalah:
“Proses yang berakhir pada penyusunan laporan keuangan yang berhubungan
dengan perusahaan secara keseluruhan untuk digunakan, oleh pihak-pihak
baik didalam maupun diluar perusahaan tersebut”.

Definisi tersebut dapat diartikan bahwa laporan keuangan tidak hanya diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan melainkan juga dipakai oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan dunia usaha.

Disisi lain, laporan keuangan harus disusun berdasarkan suatu standar akuntansi keuangan yang baku yang mampu mencerminkan suara dan makna dari dunia usaha, agar laporan keuangan dapat dimengerti dan tidak disalah tafsirkan oleh berbagai pihak yang terkait. Oleh kerena itu, diperlukan adanya suatu standar akuntansi keuangan untuk dijadikan sebagai pedoman pokok dalam penyusunan laporan keuangan untuk pelaporan kepada pihak diluar perusahaan, dan juga merupakan pedoman bagi auditor dalam memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan dalam rangka audit umum.

Praktek akuntansi di Indonesia berhimpun dibawah lembaga Ikatan Akuntan Indonesia (lAI). Lembaga inilah yang diberi wewenang oleh pemerintah untuk menyusun atau mengatur standar akuntansi sehubungan dengan praktek akuntansi yang ada.

Sebagai wadah satu-satunya bagi protesi akuntansi di Indonesia, IAI-lah yang berhak menyusun dan merevisi standar akuntansi keuangan secara signifikan. Standar akuntansi yang kini berlaku di Indonesia terangkum dalam buku Standar Akuntansi Keuangan 1 Oktober 1994.

Sebelumnya, sejak berdirinya pada tahun 1957, IAI telah tiga kali menyusun dan merevisi standar akuntansi. Untuk pertama kalinya, tahun 1973, IAI melakukan kodifikasi prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam suatu buku yang dikenal dengan nama Prinsip Akuntansi Indonesia (PAl).

Kemudian, sepuluh tahun berselang, tahun 1984, komite PAI-IAI telah melakukan revisi secara mendasar atas PAl dan hasilnya dikodifikasi dalam buku Prinsip Akuntansi Indinesia 1984 sebagai pengganti Prinsip Akuntansi Indonesia 1973 dan sejak tahun 1986 komite PAI-IAI menerbitkan serangkaian pernyataan PAl dan interpretasi PAl untuk mengembangkan, menambah, mengubah, serta menjelaskan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Dan barulah sekarang, tepatnya menjelang Kongres VII IAI pada tanggal 1921 september 1994, lndonesia telah memiliki kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, serta seperangkat Standar Akuntansi Keuangan yang terdiri dari 35 Pernyataan yang bertaraf internasional. Dan melalui kongres ini pula telah disepakati untuk mengganti sebutan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAl) dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), dan sekaligus dengan berlakunya. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 sampai dengan No. 35, maka standar akuntansi keuangan sebagaimana diatur dalam buku prinsip akuntansi Indonesia 1994, Pernyataan Akuntansi Keuangan No.1 sampai dengan No.7, dan Interprestasi prinsip akuntansi Indonesia No.1 sampai dengan No.9 dinyatakan tidak berlaku lagi untuk penyusunan laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tangga 1 Januari 1995. Akuntansi Indonesia, hanya saja, sehubungan program harmonisasi standar akuntansi di dunia yang diprakarsai oleh Internasional Accounting Standart Committee (IASC) dan pengaruh globalisasi ekonomi yang membuat semakin kompleks masalah perekonomian termasuk masalah informasi akuntansi, menuntut adanya standar keuangan yang berwawasan global dan dapat diterima di forum internasional maka penyesuaian terhadap standar akuntansi untuk mengantisipasi permasalahan “yang timbul merupakan langkah yang maju.

Sebagaimana yang telah dijelaskan, bahwa agar laporan keuangan dapat lebih berdaya guna, dapat dimengerti dan dapat dipertimbangkan serta tidak menyesatkan, perlu ditetapkan suatu kerangka dasar konsep dan prinsip akuntansi yang lazim (Generally Accepted Accounting Principles) yang digunakan sebagai pedoman untuk rnenyiapkan laporan keuangan. Tanpa adanya suatu standar, propesi akuntansi yang penuh dengan terjadinya bahaya penyimpangan, salah penafsiran. ketidak tepatan, akan rnengakibatkan para akuntan dan perusahaan harus mengembangkan teori dan prosedur prakteknya sendiri. Situasi ini akan mengharuskan para pembaca laporan dari setiap perusahaan tertentu. Hal ini berakibat laporan keuangan kehilangan daya bendingnya, sebagai sumber informasi untuk kemajuan masa depan. Untuk mengatasi bahaya inilah, profesi akuntansi telah mengesahkan suatu perangkat standar dan prosedur umum yang disebut prinsipprinsip akuntansi yang diterima umum.

Oleh karena itu, suatu standar akuntansi yang umum sebaiknya disusun dengan berdasarkan kepada kerangka konseptual yang berfungsi untuk:
a. Menjadikan pegangan bagi badan penyusunan standar akuntansi dalam menyusun stadar akuntansi.
b. Menghilangkan inkonsistensi dalam penyusunan standar
c. Kerangka acuan dalam mengevaluasi dan menilai praktek akuntansi dan standarstandar yang telah ada
d. Menghilangkan kontroversi seputar penyusunan prinsip akuntansi.
Jelaslah bahwa untuk mengatasi masalah keaneka ragaman praktek dan untuk profesi akuntansi diperlukan suatu prangkat undang-undang yang mengatur keseluruhan permasalahan sehubungan dengan pelaporan keuangan lalu unit ekonomi dan segala aspeknya.

Adapun tujuan standar akuntansi keuangan yang baku adalah:
a. Dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan perusahaan, prestasi dan kegiatan perusahaan, informasi yang disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang lazim diharapkan mempunyai sifat jelas, konsisten, terpercaya dan dapat diperbandingkan.
b. Memberikan pedoman dan peraturan kerja bagi akuntan publik agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan hati-hati, independen dan dapat mengabdikan keahliannya dan kejujurannya melalui penyusunan laporan akuntansi setelah melalui pemeriksaan akuntan.
c. Memberikan database pada pemerintah tentang berbagai informasi yang dianggap penting dalam perhitungan pajak, peraturan tentang perusahaan, perencanaan, dan pengaturan ekonomi dan peningkatan efisiensi ekonomi serta tujuan makro lainnya.
d. Dapat menarik perhatian para ahli dan praktisi dibidang teori dan prinsip akuntansi.

Sumber : https://merkbagus.id/