Pendidikan

Ratusan Peserta Mangkir Unas Paket B

Ratusan Peserta Mangkir Unas Paket B

Ratusan Peserta Mangkir Unas Paket B

Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) Paket B setara SMP yang digelar di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak sepenuhnya diikuti oleh peserta. Tercatat, sekitar 20 persen dari 1.395 peserta tidak mengikuti Unas tersebut. Meski gagal mengikuti ujian, namun masih diberi kesempatan untuk ikut Unas susulan dijadwalkan dari tanggal 11 sampai 15 Mei 2015.
Kabid Pendidikan Usia Dini (PAUDNI) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) KBB Jalaludin menyatakan, ketidakhadiran para peserta memang banyak kendalanya. Namun, kesempatan untuk melakukan ujian tetap bisa diikuti.
Unas Paket B
Istimewa

KONSENTRASI: Para peserta Ujian Nasional (Unas) paket B mengerjakan soal.

Di Kabupaten Bandung Barat, 20 persen dari 1.395 peserta tidak hadir.

”Ada yang tidak hadir dengan berbagai halangan. Tercatat, dari 1.395 peserta Unas Paket B, sekitar 20,76 persen tidak ikut Unas. Ada berbagai alasan yang menjadi penyebab mereka tidak ikut Unas disebabkan sakit, karena tidak bisa meninggalkan pekerjaan, dan katanya ada yang tidak dizinkan oleh perusahaan tempatnya bekerja,” kata Jalaludin kepada wartawan kemarin (6/5).

Padahal pelaksanaan Unas Paket B sudah dijadwalkan siang hari sampai sore. Sama seperti Unas pendidikan formal, Unas paket B dilaksanakan tiga hari mulai tanggal 4 sampai 6 Mei.

”Jadwal pelaksanaan Unas paket B dipilih siang sampai sore merupakan keputusan pusat. Masalahnya tempat pelaksanaan UN masih menumpang di sekolah lain yang paginya masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Ada baiknya juga digelar siang bisa memberikan kesempatan kepada peserta ujian yang sudah bekerja. Kan bisa minta izin kerja setengah hari supaya siang harinya bisa mengikuti Unas,” paparnya.

Dia tidak menyebutkan berapa orang yang tidak ikut Unas karena tidak diperbolehkan

oleh perusahaan tempatnya bekerja. Agar peserta Unas yang bekerja di perusahaan dapat mengikuti ujian, Disdikpora akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) KBB.

”Kami akan minta bantuan Dinsosnakertrans KBB untuk membantu proses izin ikut ujian kepada perusahaan-perusahaan. Harusnya pihak perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawannnya yang ingin menambah ilmu dan mendapat ijazah. Nantinya jika karyawannya memiliki ijazah paling tidak ikut mendongkrak nama perusahaan,” sarannya.
Peserta Unas paket B kebanyakan sudah bekerja, ada sebagai petani, wiraswasta, dan bekerja. Berdasarkan catatan Disdikpora KBB, peserta Unas Paket B paling tua kelahiran tahun 1957 atas nama Sahran. yang sekarang berumur 58 tahun, disusul Ade Sopandi yang lahir tahun 1969. Sementara paling muda tercatat kelahiran tahun 2000 atau sekarang berusia 15 tahun.
”Diharapkan bagi mereka yang tidak mengikuti UN bisa ikut ujian susulan. Saya yakin bukannya perusahaan melarang karyawannya ikut UN, mungkin saja pada saat bersamaan sedang banyak pekerjaan sehingga kalau ditinggalkan bisa menggangu,” ujarnya.

UN paket B harusnya diikuti 1.395 orang terdiri datri peserta di bawah naungan disdikpora KBB senamyak 703 orang

, dan 692 orang di bawah naungan Kemenag. Sementara itu, peserta Unas berasal dari 28 Pusat Kegiatan belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di 16 kecamatan

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/sejarah-wali-songo/