Pendidikan

Lagi, Ratusan Guru Mogok Ngajar

Lagi, Ratusan Guru Mogok Ngajar

Lagi, Ratusan Guru Mogok Ngajar

 Kegiatan belajar mengajar di SDN Babelan Kota 01 terganggu akibat

sejumlah guru honorer di sekolah itu memutuskan untuk mogok mengajar. Aksi mogok ngajar kemarinmerupakan lanjutan dari aksi unjuk rasa pada Senin (24/9) lalu.

Mereka memilih berkumpul di salah satu rumah guru honorer yang menjadi pos koordinasi (posko) bagi mereka. Mogok itu sebagai bentuk kekecewaan dengan sikap Bupati Bekasi Neneng Yasin yang dinilai tidak perhatian.

Akibat dari mogok mengajar tersebut, siswa hanya bermain dihalaman sekolah

atau sebagain pulag lebih awal.. Berdasarkan informasi yang PojokBekasi (Radar Bekasi Group) dapat, sedikitnya ada 500-an guru honorer di Babelan yang mogok mengajar.

“Jika tuntutan tidak dipenuhi, kita mogok lanjutan. Kita ingin memperjelas status kita serta menerima kenaikan upah layak bagi guru honorer yang selama ini hanya dapat Rp500 ribu dalam sebulan,” ujar Nurdiansyah, salah seorang guru honorer.

Di SMP 12 Tambun Selatan, belasan guru honorer juga memilih mogok. Beruntung kegiatan belajar-mengajar masih dapat dibantu kehadiran guru PNS. Fenomena ini tampak merata di Kabupaten Bekasi. Tetapi, Bupati Neneng Yasin menampik hal itu ketika dia menginspeksi sejumlah sekolah di bilangan Cikarang Utara dan Suka Karya.

Neneng tengah mendata jumlah guru honorer teraktual baik dalam segi kuantitas atau kualitas. Pendataan diperkirakan itu akan selesai hingga Sabtu (29/9). Sebelumnya, dia juga memint akepada tenaga guru honorer untuk kembali mengajar.“Show must go on. Anak-anah harus tetap ter-handle. Saya yakin mereka bukan honorer yang gue kenal. Makanya kita cek dia lulusan apa. Hari ini kita cek,” kata Neneng.

Pendataan itu nanti akan berlanjut dengan verifikasi, seperti lulusan guru honorer

, apakah sudah memenuhi standar profesi dan memiliki Akta 4.“Lulusan apa? SMA? Atau belum liner? Belum dapat Akta 4? Udah wajar belum jadi pendidik? Guru kan profesi khusus. BUKAN kerja sosial terus jadi guru enggak bisa. Harus ada sertifikat guru,” imbuh ibu 2 anak ini.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/