Pendidikan

Beresi Masalah Kurikulum SMK

Beresi Masalah Kurikulum SMK

Beresi Masalah Kurikulum SMK

Evaluasi anggaran dan perbaikan kurikulum SMK menjadi tugas utama Kepala Dinas Pendidilan

Dewi Sartika dalam tiga bulan ke depan. Sebab, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tak puas terhadap pencapaian Dinas Pendidikan Jabar. Punya anggaran besar tetapi pencapaiannya masih kurang.

”Kurang maksimal dari sisi pencapaian tujuan, kecepatannya. Kemajuan ada, tapi kecepatannya belum ngabret,” kata Ridwan Kamil usai membuka pertemuan Ketua OSIS dan Forum OSIS Jawa Barat di Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Doktor Rajiman, Kota Bandung, akhir pekan lalu.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga meminta agar segera dilakukan perbaikan kurikulum SMK. Sebab, SMK merupakan penyumbang pengangguran tertinggi di Jawa Barat.

Berdasarkan catatan, penelitian Pusat Penelitian Kependudukan di Lembaga Ilmu Pengetahuan

Indonesia tentang pendidikan vokasi, Jawa Barat termasuk daerah yang jumlah SMK-nya terus meningkat. Sampai 2018, jumlahnya mencapai 2.846 sekolah, 267 di antaranya merupakan SMK Negeri. Siswa yang ditampung mencapai lebih dari sejuta. Sampai Agustus 2018, jumlah penduduk usia kerja sebanyak 35,96 juta. Jumlah angkatan kerjanya 22,63 juta.

Tingkat pengangguran terbukanya 8,17 persen. Dari jumlah itu, 16,97 persen merupakan lulusan SMK. Jumlah itu yang tertinggi dibandingkan lulusan dari jenjang pendidikan lainnya. ”Dua hal itu yang jadi target tiga bulan ini,” ujar Ridwan Kamil. Setelah tiga bulan, dia berjanji akan melakukan evaluasi.

Di bagian lain, Dewi Sartika sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan

dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jawa Barat.

Dia mengatakan, Bidang pendidikan relatif baru Dewi Sartika. Namun, Emil punya alasan kuat memilih perempuan yang dipanggil Ike itu.

”Ibu Ike ini hasil evaluasi sesama eselonnya itu yang paling tinggi. Jadi, masukannnya dari sesamanya, peer review namanya. Skornya paling tinggi. Jadi, saya tugaskan di dinas yang paling mulia, Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Dewi Sartika berjanji akan belajar dengan cepat. Dia akan berusaha melaksanakan tugas yang telah diberikan Ridwan Kamil. ”Mohon doanya,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat Firman Adam menambahkan, evaluasi anggaran yang dimaksud Ridwan Kamil terkait evaluasi program yang sudah dijalankan 2018, bukan mengubah anggaran. Sebab, anggaran 2019 sudah ditetapkan dan sudah disesuaikan dengan program gubernur sesuai RPJM 2018-2023. ”Evaluasi program-program 2018 agar 2019 bisa lebih cepat,” katanya.

 

Baca Juga :