Pendidikan

Berdakwah Ditengah Keterbatasan

Berdakwah Ditengah Keterbatasan

Berdakwah Ditengah Keterbatasan

BALEENDAH – Ketika berjuang dijalan dakwah, sebuah tekad dan kesungguhan memang

mutlak harus dimiliki. Terlebih, disetiap langkah dalam mensyiarkan agama islam tentunya akan selalu menerima hambatan dan ujian.

Namun, dengan tekad yang ikhlas dan sabar perjuangan pasangan suami istri, Ubun (46) dan Ai Komalasari (41) yang dulu menciptakan lingkungan Islami masih sebatas harapan, kini lingkungan kampung tempat tinggalnya telah berubah total menjadi kampung santri.

Madrasah Diniyah Taklimiyah (MDT) Al Fatih yang didirikan dirinya bersama istrinya kini

telah banyak di ikuti anak-anak warga kampung yang ingin menimba ilmu agama islam.

Meskipun kondisi Madrasah tersebut nasih berupa rumah yang terbilang sangat sederhana, antusias anak didik Ubun dan Ai ketika mengaji menambah nuansa khusyu suasa kampung tersebut.

Madrasah Diniyah Taklimiyah (MDT) Al Fatih yang didirikan di Kampung Situ Sipatahunan, Baleendah, Kabupaten Bandung pada 2015 lalu hanya memiliki luas 5×6 meter. Namun, terlihat puluhan anak-anak dengan semangat belajar dibawah bimbingan dua orang ustadzah.

Ketika hujan turun, mereka harus berdesakan dengan ember yang digunakan untuk

menampung air hujan, yang menetes dari celah langit-langit. Kondisi tersebut diperparah dengan kayu fondasi rumah yang telah keropos dan sebagian menyembul dari dalam celah. Khawatir roboh kapan saja.

“Kalau hujan, saya takut kalau bangunan madrasah runtuh dan menimpa anak-anak. Kami tidak memiliki pilihan lain,” kata Ai ketika ditemui kemarin (22/10)

Ketika berbincang, Mata Ai menerawang pada rentetan peristiwa dua tahun lalu, ketika itu, ia dan suaminya baru pindah dari Kabupaten Garut dan membeli sebuah rumah sederhana di Kampung Sipatahunan.

“Saat datang ke sini, saya kaget sekali dengan lingkungan di sini, kondisinya tidak ramah dengan anak-anak,” ujar Ibu dari empat anak tersebut.

Tak lebih dari 500 meter, terdapat tempat hiburan malam di jalanan desa Kampung Sipatahunan. Tepatnya di RT 3 RW 5 atau masih satu RT dengan MDT Al Fatih. Bahkan, rumah yang ditinggali Ai dan keluarga sekarang, merupakan bekas rumah singgah yang dijadikan sarang togel, minuman keras dan prostitusi.

 

Baca Juga :