Architectural Design

Architectural Design

Table of Contents

Architectural Design

Architectural Design
Architectural Design

Tujuan utama dari desain arsitektur ialah untuk mengembangkan sebuah struktur modular program dan merepresentasikan hubungan control antar modul.

Contributors

Desain arsitektur (dan desain software biasanya) memiliki origin pada awal konsep desain yang menekan modularity, top-down desain, dan pemrograman terstruktur.

Area of Application
Tiap design method software memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu factor penting dalam design method ialah breadth of application yang dapat diterapkan. Karena semua software dapat direpresentasikan oleh diagram data flow, sebuah design method yang menggunakan diagram dapat secara teori diterapkan di semua software development. Sebuah data flow yang berorientasi pada desain biasanya berguna saat informasi diproses secara sekuensial dan adanya hirarki struktur data yang tidak formal,conothnya mikroprosesor kontrol.

The Architectural Design Process

Perubahan dari information flow ke structure diselesaikan dengan lima tahap proses:
1.    Tipe infromasi dibangun
2.    Flow boundaries diindikasikan
3.    DFD dipetakan kedalam struktur program
4.    Hirarki control didefinisikan oleh factoring
5.    Resultant structure didefinisikan menggunakan measurees dan heuristics.

Pemetaan pada langkah ke-3 punya dua tipe flow:

Transform flow
Dalam fundamental system model( level 0 data flow diagram), informasi harus masuk dan keluar software  dalam bentuk sebuah external world. Contoh, tipe data pada keyboard. Sehingga eksternal dat harus dikonversi ke bentuk internal.

Transaction flow
Transaction flow dikarakterisasi oleh data yang bergerak bersama incoming path yang mengkonversi informasi eksternal world ke dalam transaction. Transacton  dievaluasi , dan berdasarkan nilainya, mengalir bersama satu dari sekian banyaknya action path yang dinisialkan.

Transform Mapping
Transform mapping merupakan sekumpulan langkah-langkah desain yang memungkinkan DFD dengan karakteristik transform flow dipetakan ke dalam sebuah predifined templae untuk struktur program. Dalam bagian transform ini mapping digambarkan dengan menerapkan design steps pada sebuah example system.

Design step-nya:
1.    Review fundamental system model
2.    Review dan refine diagram data flow software
3.    Menetukan apakah DFD memiliki karakteristik transform atau transaction flow
4.    Mengisolasi transform center dengan menspesifikasikan batasan incomin dan outgoing
5.    Melakukan first-level factoring. Yaitu dengan merepresentasikan struktur program dengan kontrol secara top-down distribution. Dan hasil factoring yang berupa top-level modul melakukan decision making, mid-level modul melakukan beberapa kontrol dan me-moderate sejumlah tugas, low-level modul melakukan input, komputasi, dan output.
6.    Melakukan second-level factoring. Yaitu dicapai dengan mapping individual transform (bubbles) sebuah DFD pada modul yang sesuai dalam struktur program.
7.    Refine first iteration struktur program menggunakan desain heuristics untuk meningkatkan kualitas software.

Tujuan menjalankan tujuh langkah tersebut ialah untuk mengembangkan representasi software secara global.

Transaction Mapping

Di banyak software aplikasi, sebuah singgle data item mentrigger satu atau beberapa information flow yang menyebabkan sebuah fungsi diimplied karena mentrigger data item(transaction).

Baca Juga :