Pendidikan

Alaihimassalam Diusir Dari Surga

Alaihimassalam Diusir Dari Surga

Alaihimassalam Diusir Dari Surga

Alaihimassalam Diusir Dari Surga

Dengan lengkapnya kehidupan Adam di surga Allah ketika diciptakan baginya pasangannya, yaitu Hawwa’, maka iblispun yang telah diusir dari surgaNya dan telah dikutuk olehNya, mulai melancarkan operasi kedengkiannya dengan menggoda Adan dan Hawwa’ agar melanggar larangan Allah mendekati pohon terlarang yang ada padanya.
Kisah godaan iblis dan pelanggaran Adam dan Hawwa’ ini telah diceritakan oleh Allah Ta’ala dan RasulNya serta para Shahabat nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam sebagaimana berikut ini. Allah Ta’ala menceritakan proses rayuan iblis kepada keduanya dalam beberapa ayat Al Qur’an berikut ini :

(Artinya)”Wahai Adam, tinggallah engkau dan pasanganmu di surga, makanlah apa saja yang kalian sukai darinya dan janganlah kalian mendekati pohon itu. Karena bila kalian mendekatinya maka kalian berdua akan menjadi termasuk golongan orang-orang yang dhalim. Maka syaithanpun membisiki Adam dan Hawwa’ dengan satu perkara yang menyebabkan terbukanya kemaluan keduanya. Dan syaithanpun menyatakan : Tidaklah Tuhan melarang kalian berdua mendekati pohon ini, kecuali agar kalian tidak menjadi Malaikat atau agar kalaian jangan tinggal di sorga ini dengan kekal. Dan syaithanpun bersumpah dengan nama Allah di hadapan keduanya dengan menyatakan : Sesungguhnya aku adalah pihak yang dengan tulus menasehati kalian berdua. Maka syaithanpun menipu keduanya untuk mendekati pohon itu. Sehingga ketika keduanya merasakan buah dari pohon itu, tampaklah bagi keduanya kemaluan masing-masing, sehingga keduanyapun bersegera menutupi aurat masing-masing dengan dedaunan pohon-pohon di sorga. Maka Tuhanpun memanggil keduanya : Bukankah Aku telah melarang kalian berdua untuk medekat kepada kedua pohon itu, dan bukankah Aku telah mengatakan kepada kalian berdua, bahwa syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian berdua. Maka Adam dan Hawapun menyatakan : Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendhalimi diri kami. Maka bila Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami sungguh akan menjadi golongan yang merugi. Allah menyatakan kepada semuanya: Turunlah kalian semua kebumi, sebagian kalian akan musuh atas sebagian yang lainnya. Dan bagi kalian di bumi itu ada tempat tinggal dan kesenangan sampai waktu tertentu. Allah menyatakan juga kepada mereka semua : Di bumi itu kalian akan hidup dan padanya pula kalian akan mati dan daripadanya pula kalian akan dibangkitkan di hari kiamat”. S. Al a’raf 19 – 25.

Al Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At Thabari rahimahullah dalam tafsir beliau ketika menerangkan ayat ke 36 S. Al Baqarah, membawakan sebuah riwayat dengan sanadnya bersambang kepada para Shahabat Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam wa radhiyallahu anhum ajma’in seperti Ibnu Abbas, Ibnu mas’ud dan lain-lainnya dari kalangan Shahabat senior semua beliau menerangkan : “Ketika Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulya menyatakan kepada Adam : Tinggallah engkau dan pasanganmu di sorga dan makanlah dari buah-buahan di sorga dengan sekehendak kalian, dan janganlah kalian berdua mendekati pohon itu, niscaya bila kalian mendekatinya akan menjadi termasuk golongan orang-orang yang berbuat dzalim.
Iblis ingin untuk masuk ke sorga guna menemui keduanya, tetapi penjaga sorga mencegahnya. Maka diapun mendatangi seekor ular, yang waktu itu ia adalah hewan yang mempunyai empat kaki seperti onta, dan ia adalah hewan yang paling bagus bentuknya waktu itu. Iblis berbicara dengannya untuk kiranya dia dapat masuk di mulut ular itu dan ular itupun masuk ke sorga sehingga iblis dapat masuk dengannya dan lolos dari penjaganya. Mereka tidak mengerti, apa yang dimaukan oleh Allah dengan ketentuan taqdirNya dimana iblis berhasil mengecohkan Malaikat penjaga sorga sehingga dapat masuk ke dalam sorga dengan menumpang pada ular itu. Maka iblispun dapat berbicara dengan Adam dan Hawwa’ dari mulut ular itu, tetapi keduanya tidak memperdulikannya. Akhirnya iblispun keluar dari mulut ular itu dan baru keduanya mau mendengar omongannya. Kata iblis kepada keduanya : Wahai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon khuldi (yakni pohon kekekalan) dan pohon mulkin (yakni pohon yang menjadikan orang yang memakannya menjadi raja) yang tidak akan binasa.(Demikian diberitakan oleh Allah Ta’ala pernyataan iblis kepada Adam dalam S. Thaha ayat ke 120). Selanjutnya iblis menyatakan kepada Adam : Maukah aku tunjukkan kepadamu satu pohon yang bila engkau memakan buahnya, niscaya engkau akan menjadi raja seperti Allah Ta’ala, atau engkau menjadi orang-orang yang kekal, sehingga engkau tidak akan mati selamanya. Dan iblispun bersumpah di hadapan keduanya dengan atas nama Allah sembari menyatakan : Sesungguhnya aku termasuk pihak yang tulus dalam memberikan nasehat kepada kalian berdua. Iblis menginginkan dari keduanya untuk tersingkapnya kemaluan keduanya dengan membuka baju keduanya. Dan iblis telah tahu sebelumnya, bahwa keduanya mempunyai kemaluan ketika iblis sempat melongok pada catatan para Malaikat. Tetapi Adam belum mengerti kalau dirinya punya kemaluan. Waktu itu pakaian Adam untuk menutupi auratnya adalah dhufura (yakni dari sesuatu yang menyerupai lemak daging yang jernih, putih dan tebal- demikian diterangkan dalam An Nihayah fi Gharibil Hadits, karya Abus Sa’adaat Ibnul Atsir jilid 3 hal. 158-pent). Maka Adam menolak ajakan iblis untuk makan buah dari pohon terlarang itu. Tetapi Hawwa’ justru maju mendekati pohon itu dan makan dari buahnya, kemudian dia menyatakan kepada Adam : Wahai Adam makanlah, karena aku telah memakannya dan tidak berakibat negatif apapun bagiku. Maka ketika Adam makan daripadanya, tampaklah kemaluan keduanya dan segeralah mereka berusaha menutupinya dengan dedaunan di surga”. Demikian At Thabari membawakan dalam Tafsir beliau, riwayat yang menerangkan proses pelanggaran Adam dan Hawwa’ secara lengkap sebagaimana yang dikisahkan oleh para Shahabat Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam.

Sumber : https://anchorstates.net/