Berita

26 Rumah di Sukabumi Rusak Pasca-Gempa M 6,9 Banten

26 Rumah di Sukabumi Rusak Pasca-Gempa M 6,9 Banten

26 Rumah di Sukabumi Rusak Pasca-Gempa M 6,9 Banten

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat sebanyak 26 rumah rusak akibat gempa M 6,9 Banten. Jumlah tersebut berpotensi bertambah.

“Jumlah rumah yang rusak terus diperbaharui dan kemungkinan masih bertambah dan hingga kini relawan dan petugas BPBD masih melakukan pendataan di lokasi yang terdampak gempa,” kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi seperti dilansir Antara, Sabtu (3/8/2019).

Puluhan rumah yang rusak itu tersebar di 15 kecamatan yaitu Parakansalak, Cikembar, Ciambar, Sagaranten, Cidahu, Nagrak, Bojonggenteng, Kalapanunggal, Sukaraja, Waluran, Warungkiara, Cireunghas, Cisolok, Cicantayan, dan Ciemas. Rumah yang rusak berat berjumlah tiga unit, 16 rumah rusak ringan dan 7 rumah rusak sedang.

Fasilitas lain seperti

bangunan majelis taklim di Kampung Sayang, RT01/RW01, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja juga rusak akibat gempa.

Sutisna mengatakan jumlah sembilan orang warga mengungsi karena rumahnya rusak berat. Salah satunya keluarga yang berjumlah empat orang di Kampung Wanamukti RT02/RW13, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak.

Selain itu, satu keluarga beranggotakan tiga jiwa warga Kampung Samelang, RT01/RW02, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, dan satu keluarga beranggotakan dua jiwa warga Kampung Cihuni, RT03/RW07, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas juga harus mengungsi karena rumahnya rusak berat.

Warga yang rumahnya rusak berat

untuk sementara diungsikan ke tempat keluarganya terdekat maupun kerabatnya. Bantuan darurat mulai disalurkan BPBD, seperti alat perlengkapan makan, tidur, mandi, dan makanan siap saji untuk korban gempa Banten itu.

“Untuk kerugian masih dalam penghitungan, karena saat ini kami fokuskan untuk mendata rumah maupun fasilitas umum lainnya yang rusak. Data yang masuk ke kami pun statusnya masih sementara dan akan terus kami perbaharui serta dievaluasi, khususnya terkait kategori kerusakan,” katanya.


Baca Artikel Lainnya: